Halalbihalal Pijar Insan Bangsa Tekankan Pentingnya Ilmu di Era Post-Truth

Denpasar — Yayasan Pijar Insan Bangsa menggelar kegiatan Halalbihalal pada Ahad (12/4) bertempat di Wistara Family Cafe, Denpasar, yang berlangsung pukul 10.00 WITA hingga selesai. Kegiatan ini dihadiri oleh Dewan Pembina, jajaran pengurus, serta 200-an anggota yang berasal dari berbagai wilayah di Bali, di antaranya Tabanan, Denpasar, Badung Karangasem, Klungkung, Gianyar dan Kuta.

Acara ini menghadirkan Ustad DR. Muhamad Rahman, Lc., M.A. sebagai pemateri utama. Dalam tausiahnya, beliau menyampaikan bahwa umat Islam memiliki makna strategis sebagai “umat” yang tidak hanya berarti kumpulan, tetapi juga mengandung arti sebagai pemimpin dan yang terdepan dalam kebaikan.

Narasumber, DR. Muhamad Rahman, Lc., M.A.

Ia menekankan pentingnya penguasaan ilmu sebagai fondasi utama dalam kehidupan. Menurutnya, ilmu berfungsi sebagai pembeda antara yang benar dan yang salah, sekaligus menjadi benteng dalam menghadapi derasnya arus informasi di era post-truth, di mana berita bohong kerap dianggap sebagai kebenaran.

“Umat Islam harus mampu menyaring informasi sebelum membagikannya, serta memiliki kemampuan dalam bernarasi agar tidak mudah tergerus oleh zaman,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar umat tidak terlibat dalam praktik adu domba yang saat ini marak terjadi. Sebaliknya, umat Islam diharapkan mampu mengambil peran sebagai penengah yang menghadirkan kesejukan di tengah masyarakat.

Lebih lanjut disampaikan bahwa ilmu yang dimiliki harus berbuah amal. Ilmu tidak hanya memperkuat iman dan menjaga stabilitas diri, tetapi juga menjadi penjamin keabsahan ibadah seorang Muslim.

Melalui kegiatan Halalbihalal ini, Yayasan Pijar Insan Bangsa berharap seluruh anggota dapat mempererat ukhuwah serta memperkuat peran sebagai pelopor kebaikan di tengah tantangan zaman.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *