TITIKTENGAH.COM – Perubahan paradigma dalam panggung politik tanah air, penting dilakukan. Tidak lagi sekedar bersifat transaksional, tetapi politik harus lebih mengedepankan pada isu dan narasi atau gagasan.
Perubahan paradigma itu juga penting bila sasaran partai politik adalah mendekati pemilih muda generasi z (gen z).
Maka dari itu, partai yang dipimpinnya tersebut akan menggeser budaya politik tersebut yang tak lagi transaksional tetapi berbasis pada gagasan dan narasi.
“Itu yang selama ini tidak ditawarkan oleh partai politik. Sehingga, kita masuk ke dalam politik transaksi. Kita ingin mengubah tradisi, mengubah politik transaksi menjadi politik isu, atau politik narasi,” kata Anis Matta.
Lebih lanjut Wakil Menteri Luar Negeri di Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto itu menjelaskan, cara tersebut juga sebenarnya dipilih karena Partai Gelora lahir dari kesadaran untuk mengantisipasi krisis global dan sistemik, yang mengancam dunia.
Maka lanjut Anis, partai yang dipimpinnya itu ingin memberi dampak nyata bagi masyarakat luas, tidak semata soal perebutan kursi kekuasaan.
“Kita ingin membangun satu tradisi di Partai Gelora, tradisi berpolitik yang berbasis pada tujuan untuk menciptakan impact. Bukan sekadar merebut kursi, tapi terutama untuk menciptakan pengaruh dalam kehidupan orang banyak,” katanya.
Dengan menggeser paradigma dari politik transaksional menujupolitik gagasan, politik narasi, Anis yakin akan m embuat anak muda terutama gen z, tertarik terlibat dalam politik, tidak lagi bersikap apatis. Sebagai generasi dengan nalar kritis, menurutnya gen z adalah kelompok yang haus ideologi dan narasi, bukan gimik politik belaka.
“Jadi berpolitik itu, baru akan punya makna bila bisa menghasilkan kebermanfaatan bagi publik, terutama gen z,” ujarnya.
Agar bisa memberikan dampak, lanjut politisi asal Sulawesi Selatan tersebut, berpolitik harus dilandasi kesadaran dan pemahaman tentang alasan suatu partai politik didirikan.
“Ini dibutuhkan untuk mengerti konteks keberadaannya. Sebab, pemahaman tentang konteks akan menjadi dasar yang menentukan cara berpolitik,” katanya.
Proses perubahan paradigma politik ini tidak cepat, butu waktu. Karena itu, bisa jadi dalam perjalanannya akan diwarnai dengan benturan sebagai imbas dari jalan perubahan paradigma yang diambil.
“Karena, mimpi besar yang sesungguhnya adalah cita-cita yang melampaui kemampuan kita. Benturan-lah yang memberi kita perspektif lain dalam melihat segala fenomena, sekaligus memberi jalan bagi kita untuk membuka peluang baru,” pungkas Anis Matta.








