DSM Bali Sediakan Guru PAI, Perkuat Karakter Siswa Muslim di SD Negeri

TITIKTENGAH.COM – Banyak orang tua siswa Muslim memilih menyekolahkan anaknya di Sekolah Dasar (SD) Negeri karena pertimbangan biaya yang lebih terjangkau serta lokasi sekolah yang dekat dengan tempat tinggal.

Umumnya, para orang tua tersebut bekerja sebagai buruh dan pelaku usaha informal dengan tingkat pendapatan yang rendah atau tidak menentu.

Namun, tidak semua SD Negeri memiliki guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Keterbatasan sumber daya menjadi salah satu penyebab utama, sehingga siswa Muslim di sejumlah sekolah belum memperoleh pendidikan agama Islam secara memadai.

Kondisi ini berdampak pada minimnya pemahaman dasar keislaman siswa. Di beberapa sekolah, siswa belum terbiasa membalas salam, bahkan ada siswa kelas VI SD yang belum mengenal huruf hijaiyah.

Dalam situasi keterbatasan tersebut, guru non-Muslim kerap terpaksa mengajar mata pelajaran agama Islam dengan berpedoman pada buku teks dan Lembar Kerja Siswa (LKS).

Melihat kondisi tersebut, sejak tahun 2017 DSM mengambil peran aktif dengan memfasilitasi Program Guru Pendidikan Agama Islam di sejumlah SD Negeri.

Hingga saat ini, DSM telah menyediakan 10 guru PAI yang dibiayai dari dana zakat, infak, dan sedekah. Program ini telah menjangkau lebih dari 200 siswa Muslim.

“Ke depan, komitmen tersebut akan terus diperkuat. Pada tahun 2026, DSM menargetkan penyediaan 20 guru PAI untuk membantu SD Negeri dalam membimbing siswa Muslim agar memiliki karakter yang luhur, beradab, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi.” ujar Direktur DSM Bali, Andy Krisna.

DSM mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung langkah mulia ini, demi terpenuhinya hak pendidikan agama dan pembentukan karakter bagi siswa Muslim di sekolah negeri.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *